Friday, October 30, 2015

Nikmatnya Sebuah Cobaan (Sebuah Renungan. Hal kecil yang perlu dipertanyakan)



Apakah kau pernah merasakan sebuah masalah yang teramat sangat berat? Sampai kau merasa bahwa kau tak sanggup untuk mengembannya? Sampai kau merasa bahwa kau memiliki masalah paling berat diantara yang lainnya? Apakah kau pernah merasakan sepi? Sampai kau merasa bahwa tak ada satupun yang menemanimu? Sampai kau merasa bahwa taka da satupun orang yang peduli dengan kau dan masalahmu?  Apakah kau pernah merasakan kesedihan yang teramat sangat? Sampai kau tak kuasa membendung semua emosi dan air mata? Sampai kau merasa bahwa kau ingin sekali mengakhiri dunia? Dan apakah…? Sudahlah… jika aku lanjutkan, tak akan habis tulisan ini dengan pertanyaan “apakah?” yang semakin memojokan dirimu dan masalahmu. Jika kau pernah merasakan semua itu, aku ucapkan “Selamat!” karena itu pertanda bahwa kau masihlah menjadi manusia yang Allah SWT sayangi.

 
            Ketika kau ditimpa suatu masalah, itulah pertanda bahwa kau hidup dan masih dicintai-Nya. Bukan hanya seonggok daging tak berarti. Jika kau mengeluhkan setiap masalah yang datang kepadamu dan berharap bahwa dirimu tak memiliki masalah sedikitpun. Lantas. Apa bedanya kau dengan orang gila yang sering kau jumpai di rumah sakit jiwa, trotoar kota, atau tempat-tempat yang lainnya? Mereka hanya tersenyum bahagia. Tertawa lepas diiringi canda ria. Hidup bebas tanpa terasa sedikitpun masalah. Karena satu-satunya masalah yang ia rasakan adalah kegilaannya itu sendiri. Namun ingatlah suatu hal. Bahwa masalahmu tak seberat masalah yang menimpa orang lain diluar sana. Janganlah kau egois dengan mengatakan bahwa masalahmu merupakan masalah yang paling berat. Karena seberat-beratnya masalah, pasti kau bisa mengatasinya. La Yukallifullaha Nafsan Illa Wus’aha. “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dengan batas kemampuannya” (Q.S Al-Baqarah: 287)
            Sekarang, coba aku balik. Apakah kau pernah merasakan suatu nikmat? Sampai kau merasa bahwa nikmat itulah nikmat yang paling besar yang pernah kau rasakan? Apakah kau pernah merasakan nikmatnya sehat? Nikmatnya melihat? Nikmatnya mendengar? Nikmatnya mendengar? Apakah kau pernah merasakan bahagia? Sampai kau merasa bahwa dirimulah orang yang paling bahagia sejagat raya? Apakah kau pernah merasakan bahagianya ketika tujuanmu telah kau capai? Bahagianya suatu keberuntungan? Bahagianya suatu “kebahagiaan”? Sekecil apapun kebahagiaan itu? Seperti kebahagiaan kecil ketika menemukan uang dalam saku? Jika kau sudah merasakan semuanya, sudahkah kau bersyukur?
            Pernahkah kau membandingkan presentase yang kau dapatkan antara “Nikmat” dan “Cobaan” yang kau dapatkan seperti yang aku tanyakan di atas? Manakah yang sering kau rasa? Nikmat atau cobaan? Aku yakin bahwa kau lebih sering mendapat nikmat daripada cobaan. Bahkan, suatu cobaan bisa bermakna nikmat suatu hari nanti. Fa Biayyi Aalai Rabbikuma Tukadzibaan “Maka nikmat Tuhanmu yang manalagi yang kau dustakan?” (Q.S Ar-Rahman) Sudahkah kau ingat dan bersyukur kepada-Nya atas apa yang telah diberikan kepadamu? Jika sudah, apakah hanya dengan tertimpanya masalah kau bisa mengingat-Nya? Jika memang seperti itu, maka pintalah 1000 masalah dalam setiap harimu. Agar kau bisa mengingat-Nya selalu. Bukan aku bermaksud untuk mengguruimu. Karena akupun, berkata pada diriku sendiri.

No comments:

Post a Comment