Friday, June 19, 2015

Senyum Gemetar



Gemetar  tak henti terasa di hati.
Senyum manis tergurat di wajahmu ukhti.
   Berdegup, berdebar  tak henti.
   Tersungging, terhias kau tak mengerti.
            Semburat biru kekuningan fajar,
      menyeruak di sela jemari.
            Cipratan jingga kemerahan senja,
      Menyebar hangatkan diri.
Bolehkah aku berucap akan suatu hal?
Terasa menguat setiap kali jumpa setiap hari.
Bolehkah aku berbagi akan suatu hal?
Terasa besar setiap kali berada dalam diri.
            Namun, lidah ini kelu, walau tuk ucap
“Yaa Ukhti!”
Saat gelap mulai kuasai.
Saat yang ada mulai perlahan pergi.
Ku coba teguhkan diri ini,
   tuk ucapkan Yaa ukhti!
Terucap lima kata “Abdi.”
Di saat “Bogoh” kuasai lima indrawi.
Dua puluh “Ka,” juga lima satu “Maneh” ter-copy.
            Aduh kelu, kaku, seakan membatu.
            Aduh kamu, terpaku, katakan aku,
                        juga serupa denganmu.
Hati ini tak henti bergetar sampai sehari.
Seakan melepas semua yang mengganjal dalam diri.
Senyum itu tak henti tergurat.
Di wajahmu itu, dari timur hingga barat.
                                                -Hz12
Tentunya untukmu 2051

No comments:

Post a Comment