Friday, November 25, 2016

Indonesia Kaya

Boleh lah saja kita berkata.
Jika indonesia adalah negeri yang kaya.
Bukan hanya akan bahasa, budaya, harta, apalagi sastra.
Tapi jua akan agama.

Bukan soal Islam Kristen Konghucu dan Budha.
Bahkan soal Islam saja.
Dari pedagang yang singgah ia tiba.
Islam Indonesia.
Dari Nahdlatul ulama, Muhammadiyah, Kejawen pun ada.
Islam Nusantara.

Toleransi jadi yg terdepan.
Berbeda bukan mencaci saling beri pemahaman.
Dimana alim ulama,
Jadi panutan.

Ini Indonesia.
Negeri yang kaya akan agama.
Penuh dengan toleran
Bhineka tunggal ika.
Berbeda-beda. Tetap satu Tuhan.

Setelah 'Cuti Hamil'

Selamat datang kembali untuk saya.. hehe
Ketika saya melihat tanggal terakhir post.. saya lihat melihat bulan Februari 2016.
Itu sudah 9 bulan yg lalu. Mungkin jika dipikir, hal yg paling masuk akal adalah cuti hamil😏. Itukah mengapa judul post ini adalah 'cuti hamil' hehe. Berbagai spekulasi alasan bisa saya ucapkan, dari jadwal ujian Nasional, sbmptn, sampai jadwal kuliah yg padat. Hehe (sekarang udah kuliah loh) -maybe i'll tell u later. Tapi yg paling penting adalah kemalasan yg menggerogoti dan kesempatan yg tipis. Tapi untuk saat ini, saya menemukan cara yg jitu: upload melalui Android -yg seharusnya semua org sudah mengetahuinya. -_- baiklah. Tapi untuk selanjutnya saya akan mencoba untuk meng-upload karya. Entah itu kisah, sajak, cerpen, ataupun buah pikir.
Jika berpikiran mengenai pembaca, siapalah saya yg mungkin hanya sebagian orang yang mau membaca karya saya. Tapi yang saya inginkan adalah supaya apa yg ada dipikiran saya tercurah. Saya butuh media. Supaya suatu saat nanti saya bisa mengaksesnya lagi.
Semoga saya memiliki pembaca. Tulisan saya setelah 'cuti hamil' adalah sajak bertajuk Islam Nusantara. Sajak tersebut bukanlah sajak yg terlintas dipikiran saya begitu saja. Itu sajak permintaan teman saya yg mendapatkan tugas di masa masa orientasi. Judulnya "Nusantara." Mungkin ada satu lagi mengenai tema yg sama dengan judul "Indonesia Kaya"
Selamat menikmati.
Salam hangat.
-Hz

Nusantara

Ia memang dari timur sana.
Dari mereka yang bertasbih menyebut namanya.
Dari pedagang India ia tiba.
Tapi tetap, ia milik Indonesia.

Bagai pelangi setelah hujan.
Berbeda, namun membuat simfoni keindahan.
Bagai debu disiram air.
Membersihkan, menentramkan dari setiap bulir.

Boleh dikata ia berbeda.
Bermacam-macam tak saling sama.
Bhineka tunggal Ika.
Berbeda namun tetap satu jua.
Islam Nusantara.

Kau boleh lihat setiap bibir berdzikir.
Angkat tangan seraya takbir.
Mengaji dari pemula hingga mahir.
Entah bagaimanapun mereka bersyair,
Yang terpenting ibadah sampai akhir

Guruku bilang,
Bagaimanapun cara asal syahadat tak hilang.
Meski bersujud, berdzikir di taman ilalang.
Begitulah Islam di negeri ini yang terbentang.