Friday, November 25, 2016

Nusantara

Ia memang dari timur sana.
Dari mereka yang bertasbih menyebut namanya.
Dari pedagang India ia tiba.
Tapi tetap, ia milik Indonesia.

Bagai pelangi setelah hujan.
Berbeda, namun membuat simfoni keindahan.
Bagai debu disiram air.
Membersihkan, menentramkan dari setiap bulir.

Boleh dikata ia berbeda.
Bermacam-macam tak saling sama.
Bhineka tunggal Ika.
Berbeda namun tetap satu jua.
Islam Nusantara.

Kau boleh lihat setiap bibir berdzikir.
Angkat tangan seraya takbir.
Mengaji dari pemula hingga mahir.
Entah bagaimanapun mereka bersyair,
Yang terpenting ibadah sampai akhir

Guruku bilang,
Bagaimanapun cara asal syahadat tak hilang.
Meski bersujud, berdzikir di taman ilalang.
Begitulah Islam di negeri ini yang terbentang.

No comments:

Post a Comment