Hari ini Ramadhan yang ke-5. seperti
Ramadhan-ramadhan pada umumnya. Spesial. Kali ini kesibukan saya bukan
hanya tentang tadarrus dan dzikir. (maaf ya Allah, bukan bermaksud) tetapi,
saya disibukkan dengan tuntutan penelitian. Deadline yang mengancam, 3 Agustus
2015 (Ultahnya Fajrin hehe) Bukan main sulitnya kawan. Kali ini boleh lah saya
berbagi cerita sejenak.
Alhamdulillah. Saya bisa merasakan bagaimana
sulitnya membuat sebuah karya ilmiah. Tahu urutan-urutan penelitian, apa yang
harus dan tak harus dicantumkan. Ilmu yang biasanya bisa kita dapatkan setelah
mendapat tugas skripsi nanti. “Kamu beruntung, Vin. Dapet ilmunya sekarang”
Ujar Bu Muyas. “hemm..” Saya hanya bisa menghela nafas sejenak. “Yaa Syukur
Alhamdulillah.”
Mulai terbesit di benak saya. Sebenernya, apa
tujuan saya datang ke kota pelajar ini? Apakah yang saya lakukan ini melenceng
dari niat? Buakanh “Fainnama li kulli
imrrin ma nawa”? Sejak memutuskan untuk pindah dari kampung tinta. Saya sudah
bertekad bulat. “Ini Jihad gue. Rela ninggalin segalanya. Zona nyaman. Manisnya
kawan, persahabatan, pengorbanan. Demi ‘Sang Kitab’ semata.” Niatan awal saya
memang seprti itu di awal. “Cukuplah ilmu tentang keduniawiannya. Giliran
akhiratnya sekarang. Cukuplah ilmu-ilmu yang kayak gitunya.. gantian.” Tapi
apa? Entahlah, hasilnya ya gini. Saya kembali tenggelam dalam
kesibukkan-kesibukkan duniawi. Niatan awal terbengkalai.
Kelas tiga nanti, saya bermaksud mengubah
segalanya. Agak mengurangkan fokus pada yang “Kekinian” dan beranjak ke masa
depan. Mulai kembali ke “Jalan Yang Lurus” semoga saja. Saya hanya bisa mencoba
dan berusaha. Karena sejatinya, hanya Allah yang tahu. Hanya Ia yang mengerti
kapan, siapa, dimana, bagaimana, berapa, apa, (5W 1H pokoknamah) yang akan
terjadi kelak. Saya percaya. Nantinya, Allah memiliki rencana yang terbaik bagi
saya.
Mengenai hal itu, saya akhirnya sekarang mulai
sadar. Bayangkan saja jika saya tetap berada di kampung tinta. Berapa banyak
(Ekhem) piala yang akan saya dapat? Pengalaman debat? Piagam? Bahasa daerah? Dan
(Ekhem) paradigma baru? Pengalaman aksioma? Sudahlah. Allah pasti memiliki
rencana yang terbaik yang akan dilakukan oleh hamba-Nya. Apa saya pantas
disebut hamba? Insya Allah mudah-mudahan.
Karena “Fabiayyi
aalaa irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau
dustakan?
Baiklah, kembali ke cerita awal. Tak apalah sedikit
ngalor-ngidul. (yo ben. Blogku dewek
kok) Saya sedang menyelesaikan materi penelitian. Judulnya “Peran Kaum Muda
Masjid Kodama Dalam Menangkal Radikalisme” (Eh, bener gak ya? Ben ah)
Oia satu hal lagi. Mulai Ramadhan kemarin, (baru
lima hari) udah gak aktif BBM lagi. “Kenikmatan hanya diperuntukan bagi dia
yang bersabar menahan Rindu.” Semalam ia menggunakan fasilitas pondok. Ya seperti
itulah. Biarkan seperti itu. Namanya juga anak muda. Mau diapakan lagi?
Baik. Cukuplah untuk saat ini dulu. Hari ini hari
Senin. Saatnya lanjutkan kehidupan. Let’s Fight!
No comments:
Post a Comment