Monday, June 22, 2015

Memulai Kesibukan

Hari ini Ramadhan yang ke-5. seperti Ramadhan-ramadhan pada umumnya. Spesial. Kali ini kesibukan saya bukan hanya tentang tadarrus dan dzikir. (maaf ya Allah, bukan bermaksud) tetapi, saya disibukkan dengan tuntutan penelitian. Deadline yang mengancam, 3 Agustus 2015 (Ultahnya Fajrin hehe) Bukan main sulitnya kawan. Kali ini boleh lah saya berbagi cerita sejenak.

Alhamdulillah. Saya bisa merasakan bagaimana sulitnya membuat sebuah karya ilmiah. Tahu urutan-urutan penelitian, apa yang harus dan tak harus dicantumkan. Ilmu yang biasanya bisa kita dapatkan setelah mendapat tugas skripsi nanti. “Kamu beruntung, Vin. Dapet ilmunya sekarang” Ujar Bu Muyas. “hemm..” Saya hanya bisa menghela nafas sejenak. “Yaa Syukur Alhamdulillah.”
Mulai terbesit di benak saya. Sebenernya, apa tujuan saya datang ke kota pelajar ini? Apakah yang saya lakukan ini melenceng dari niat? Buakanh “Fainnama li kulli imrrin ma nawa”? Sejak memutuskan untuk pindah dari kampung tinta. Saya sudah bertekad bulat. “Ini Jihad gue. Rela ninggalin segalanya. Zona nyaman. Manisnya kawan, persahabatan, pengorbanan. Demi ‘Sang Kitab’ semata.” Niatan awal saya memang seprti itu di awal. “Cukuplah ilmu tentang keduniawiannya. Giliran akhiratnya sekarang. Cukuplah ilmu-ilmu yang kayak gitunya.. gantian.” Tapi apa? Entahlah, hasilnya ya gini. Saya kembali tenggelam dalam kesibukkan-kesibukkan duniawi. Niatan awal terbengkalai.
Kelas tiga nanti, saya bermaksud mengubah segalanya. Agak mengurangkan fokus pada yang “Kekinian” dan beranjak ke masa depan. Mulai kembali ke “Jalan Yang Lurus” semoga saja. Saya hanya bisa mencoba dan berusaha. Karena sejatinya, hanya Allah yang tahu. Hanya Ia yang mengerti kapan, siapa, dimana, bagaimana, berapa, apa, (5W 1H pokoknamah) yang akan terjadi kelak. Saya percaya. Nantinya, Allah memiliki rencana yang terbaik bagi saya.
Mengenai hal itu, saya akhirnya sekarang mulai sadar. Bayangkan saja jika saya tetap berada di kampung tinta. Berapa banyak (Ekhem) piala yang akan saya dapat? Pengalaman debat? Piagam? Bahasa daerah? Dan (Ekhem) paradigma baru? Pengalaman aksioma? Sudahlah. Allah pasti memiliki rencana yang terbaik yang akan dilakukan oleh hamba-Nya. Apa saya pantas disebut hamba? Insya Allah mudah-mudahan.
Karena “Fabiayyi aalaa irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Baiklah, kembali ke cerita awal. Tak apalah sedikit ngalor-ngidul. (yo ben. Blogku dewek kok) Saya sedang menyelesaikan materi penelitian. Judulnya “Peran Kaum Muda Masjid Kodama Dalam Menangkal Radikalisme” (Eh, bener gak ya? Ben ah)
Oia satu hal lagi. Mulai Ramadhan kemarin, (baru lima hari) udah gak aktif BBM lagi. “Kenikmatan hanya diperuntukan bagi dia yang bersabar menahan Rindu.” Semalam ia menggunakan fasilitas pondok. Ya seperti itulah. Biarkan seperti itu. Namanya juga anak muda. Mau diapakan lagi?

Baik. Cukuplah untuk saat ini dulu. Hari ini hari Senin. Saatnya lanjutkan kehidupan. Let’s Fight! 

No comments:

Post a Comment