Wednesday, June 24, 2015

Bukan Sekedar Pilihan

Apakah benar hidup adalah pilihan? Apakah manusia benar-benar diberikan hak untuk memilih segala urusannya? Lantas, apakah gunanya takdir? Lalu, apa yang terjadi jika manusia salah memilih?
                Bus yang kutumpangi merupakan bus yang jauh dari kata nyaman. Memang karena bukan kenyamanan penumpang yang diprioritaskan. Melainkan kedatangan penumpang yang menjadi nomor wahid. Perjalanan pulangku ini merupakan perjalanan yang penuh dengan konflik batin setelah berkutat lama dengan pertanyaan “Hidup&pilihan.” Keluargaku di Semarang tentu melebarkan tangan, menyambut dengan senang hati putrinya pulang dari Jogja. Semua masalah ini bermulai, sejak aku lulus SMA.

Kau Butiran-Butiranku

Kau duduk termenung, memandang dengan tatapan kosong. Duduk dengan siku di paha, dan tangan menjambak rambutmu. Kau terlihat kacau sekali saat itu. Terduduk di depan kelasmu. Di atas kursi yang terbuat dari kayu dengan kakinya yang terbuat dari besi. Kursi panjang yang dibuat cocok sekali mungkin untukmu yang sedang memikirkan... entahlah. Entah apa yang kau pikirkan. Walau kau duduk diantara kawan yang bermain riang. Engkau tak peduli.

Jujur Rahasia Semesta

Perih, adalah ketika,
  ucapan tak sama,
dengan hati yang berkata.
Dusta, ketika tutupi semesta jiwa,
   proteksi terhadap apa,

IRI

Harus kah aku iri, pada setetes air,
                Ketika aku miliki seluas lautan?
Haruskah aku iri, pada setitik cahaya,
                Ketika aku miliki sang surya?
Haruskah aku iri, pada sedetik waktu,
                Ketika aku miliki dua puluh empat jam?

Monday, June 22, 2015

Dia Lima

Dia itu tiga.
   Lima itu dia.

Diskriminasi Sumpalan

Stereotip kebodohan lama.
Diskriminasi terhadap “kaum tangan hampa.”
Selalu saja. Yang bertangan hampa,
  hanya gigit jari melihat yang membawa “cindramata.”
Entah marmer sampai kaca.

Memulai Kesibukan

Hari ini Ramadhan yang ke-5. seperti Ramadhan-ramadhan pada umumnya. Spesial. Kali ini kesibukan saya bukan hanya tentang tadarrus dan dzikir. (maaf ya Allah, bukan bermaksud) tetapi, saya disibukkan dengan tuntutan penelitian. Deadline yang mengancam, 3 Agustus 2015 (Ultahnya Fajrin hehe) Bukan main sulitnya kawan. Kali ini boleh lah saya berbagi cerita sejenak.